Teknologi Informasi dan Manajemen Keuangan

Catat, Inilah 6 Faktor Penyebab Naik Turunnya Harga Saham

Adnry
Faktor Penyebab Naik Turunnya Harga Saham

Faktor penyebab naik turunnya harga saham menjadi peran yang krusial dalam menentukan keputusan jual beli bagi para investor. Saham merupakan aset yang sifatnya dinamis dimana dapat bergerak naik atau turun. Namun, perubahan tersebut tentu terjadi bukan tanpa alasan.

Ada banyak faktor yang membuat saham perusahaan naik ataupun turun. Bagi para investor perubahan yang dinamis ini sangat penting untuk menjadi perhatian. Jika cermat memahami situasi naik turunnya saham maka bisa memanfaatkan peluang ini untuk memperoleh keuntungan.

Lalu, kapan saham perusahaan berubah naik atau turun? Biar tidak bingung, yuk simak faktor penyebab perubahan harga saham di bursa transfer.

Faktor Penyebab Naik Turunnya Harga Saham

Faktor penyebab naik turunnya harga saham dapat berasal dari internal atau eksternal perusahaan. Perubahan dinamis saham dalam selisih yang kecil sebenarnya adalah hal yang umum. Namun, dengan mengetahui faktor-faktor ini akan membantu menentukan keputusan jual beli saham.

1. Pengaruh Fundamental Perusahaan

Bagi para investor yang telah lama berkecimpung dalam dunia saham tentu mengenal istilah fundamental perusahaan. Fundamental perusahaan adalah elemen yang meliputi kinerja perusahaan, laporan keuangan, pendapatan, arus kas, dan laporan internal lainnya.

Stabilitas fundamental perusahaan akan menentukan naik turunnya harga sama di pasar. Perusahaan dengan fundamental yang baik dan cenderung mengalami peningkatan akan mengalami kenaikan nilai saham. Sebaliknya, jika fundamental terguncang sehingga performa perusahaan menurun maka harga saham pun ikut turun.

Makanya, perusahaan yang terjun dalam bursa transfer harus cermat mengelola lingkungan kerja. Dampak jika saham turun akan membuat minat investor berkurang.

2 Munculnya Sentimen Pasar

Penyebab berikutnya adalah munculnya sentimen pasar yang membawa dampak pada perusahaan. Sentimen pasar merupakan sikap atau pandangan para investor dalam menilai fenomena di bursa transfer. Persepsi positif dari investor akan memberikan dampak pada kenaikan nilai saham.

Namun, jika muncul rasa khawatir atau tidak yakin dari investor maka harga saham akan turun. Bentuk kekhawatiran ini bisa berupa penjualan saham besar-besaran di bursa transfer. Jika muncul fenomena seperti ini maka perlu waspada dengan saham tersebut.

Sentimen pasar biasanya muncul karena adanya faktor eksternal yang mengguncang stabilitas perusahaan. Misalnya muncul aturan baru yang mengganggu operasional atau adanya kerjasama yang merugikan pihak tertentu.

3. Menyesuaikan Tren Pasar

Faktor penyebab naik turunnya harga saham berikutnya adalah menyesuaikan tren pasar. Tren pasar saham berpedoman pada peningkatan harga dalam kurun waktu tertentu. Jika dalam kurun waktu tersebut harga saham selalu naik maka dalam beberapa waktu ke depan juga akan tetap tinggi.

Sebaliknya, jika tren pasar saham dalam kurun waktu tertentu cenderung mengalami penurunan maka dalam beberapa waktu ke depan nilainya akan rendah. Sebagai trader kamu dapat menentukan transaksi jual beli dengan menganalia tren pasar ini.

Tren pasar juga merupakan informasi yang menunjukan stabilitas perusahaan. Sebagai investor tentu ingin asetnya berada di perusahaan yang stabil untuk menghindari kerugian. Itulah kenapa tren pasar menjadi sangat penting untuk diperhatikan.

4. Adanya Isu Eksternal

Adanya isu eksternal yang mempengaruhi branding perusahaan juga membawa dampak terhadap naik turunnya harga saham. Contohnya isu eksternal seperti gosip miring yang menyebar di masyarakat. Kamu pasti pernah mendengar sebuah perusahaan yang melakukan eksploitasi karyawan.

Ketika isu ini mencuat ke media maka nilai saham perusahaan akan turun. Sebaliknya, jika yang berkembang adalah isu positif maka akan meningkatkan nilai saham. Isu ekternal ini sangat sensitif terhadap pergerakan harga saham meskipun kebenaran beritanya belum terungkap.

5. Munculnya Aturan Baru

Munculnya aturan baru dari pihak ketiga atau luar juga menjadi faktor penyebab naik turunnya harga saham. Faktornya meliputi adanya regulasi baru dari pemerintah, krisis moneter, kondisi ekonomi global yang berpengaruh terhadap operasional kegiatan ekonomi.

Contoh sederhanya seperti momen ketika dunia diserang oleh wabah Covid. Banyak saham perusahaan mengalami penurunan karena kegiatan ekonomi di masyarakat ikut berkurang. Tidak hanya itu, ketika kegiatan ekonomi di suatu wilayah terganggu maka bunga bank ikut meningkat.

Ini tentunya akan membebani perusahaan sehingga perfoma menurun dan harga saham rendah. Makanya jangan heran jika melihat para investor sering update dengan berita terbaru.

6. Permintaan Pasar

Dalam kegiatan ekonomi terdapat hukum yang berlaku untuk permintaan pasar. Tersedianya pasokan dan banyaknya permintaan akan menentukan harga saham terkini. Jika banyak investor yang meminta saham suatu perusahaan maka harganya cenderung naik.

Sebaliknya, jika penawaran lebih banyak dari permintaan maka harga saham cenderung turun. Ini berkaitan juga dengan minat investor dan likuiditas yang mempengaruhi kegiatan di bursa saham. Nah, itulah faktor penyebab naik turunnya harga saham dalam kurun waktu tertentu. Sebagai seorang investor tentunya memahami resiko untung rugi dalam pengelolaan aset ini. Jadi, sebagai investor harus cermat memahami naik turunnya harga saham.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *