Teknologi Informasi dan Manajemen Keuangan

5 Indikator Scalping Saham Paling Akurat Pemula Harus Tahu

Adnry
Indikator Scalping Saham Paling Akurat

Indikator scalping saham paling akurat dapat membuat trader mendapatkan keuntungan yang maksimal. Secara sederhana, istilah scalping menggambarkan perdagangan saham yang membuka dan menutup dalam waktu singkat.

Tujuan dari scalping adalah mendapatkan keuntungan yang lebih besar daripada biasanya. Perolehan keuntungan berasal dari perubahan harga yang terjadi selama waktu singkat tersebut. Karena memanfaatkan peluang yang muncul dalam waktu singkat maka butuh analisis yang cepat juga.

Oleh karena itu, trader profesional menggunakan indikator scalping saham untuk menganalisa pergerakan bursa transfer. Dengan mempelajari indikator ini maka trader bisa mengetahui kapan waktu yang tepat untuk masuk atau meninggalkan pasar saham.

Lalu, apa saja indikator scalping saham paling akurat yang berguna untuk menganalisis pasar? Ini jawaban lengkapnya.

Indikator Scalping Saham Paling Akurat

Meskipun metode scalping efektif untuk mendapatkan keuntungan besar, tapi tentunya tetap akan ada resiko. Karena itu, butuh pemahaman dan praktik yang hati-hati agar investasi saham dalam waktu singkat menguntungkan. Berikut ini adalah indikator scalping saham paling akurat untuk mendapatkan keuntungan.

1. Moving Average (MA)

Moving Average (MA) adalah indikator paling umum untuk menganalisis harga saham dalam waktu singkat. Caranya adalah dengan menghitung rata-rata (average) saham yang muncul dalam beberapa waktu tertentu. Kemudian plot rata-rata tersebut dalam sebuah grafik harga saham.

Lalu, perhatikan apakah grafik rata-rata cenderung naik atau turun. Naik atau turunnya grafik ini nantinya yang akan menjadi penentu tren saham yang berlangsung. Kamu juga bisa membuat grafik perpotongan antara harga saham dengan moving average.

Jika perpotongan harga saham terkini melintasi garis moving average dengan arah ke atas maka disebut sebagai Golden Cross. Artinya, membeli saham tersebut akan mendatangkan keuntungan. Namun, jika perpotongan menuju ke arah bawah maka diartikan sebagai sinyal jual.

2. Bollinger Bands

Bollinger Bands adalah indikator saham menggunakan tiga garis yang muncul pada grafik. Dalam perhitungan ini akan menggunakan grafik dari Moving Average dengan dua garis lainnya adalah pita atas dan pita bawah. Nilai yang menentukan grafik pita atas dan bawah adalah volatilitas harga saham beberapa waktu.

Saat volatilitas sedang tinggi maka pita atas dan bawah akan bergerak melebar. Sebaliknya, jika volatilitas rendah maka kedua pita akan menyempit. Kemudian gunakan harga terkini untuk mengetahui sinyal beli atau jual.

Apabila harga terkini mendekati pita bawah maka ini tandanya untuk membeli saham. Namun, jika harga terkini mendekati pita atas maka ini menandakan sinyal jual. Supaya analisis saham lebih akurat, maka bisa menggabungkan dua indikator sekaligus.

3. Moving Average Convergence Divergence (MACD)

MACD merupakan indikator scalping saham paling akurat yang menggabung metode MA dengan konvergensi dan divergensi garis. Indikator ini menggunakan selisih antara nilai moving average dari beberapa periode.

Dalam perhitungan ini terdapat tiga garis yang akan menjadi pedoman analisis. Pertama, garis selisih moving average dari periode tertentu. Kemudian, terdapat garis sinyal dan garis triger sebagai penentu trend saham terkini.

Jika garis selisih melintasi garis sinyal ke arah atas maka ini menandakan sinyal beli. Namun, jika garis selisih mengarah ke bawah maka ini menandakan sinyal jual. Perhituangan dengan MACD memang lebih kompleks sehingga perlu berhati-hati.

4. Stochastic Oscillator

Indikator Stochastic Oscillator menggunakan nilai momentum harga saham untuk menentukan sinyal beli dan jual. Agar mempermudah perhitungan maka biasanya para trader menggunakan skala 0 hingga 100 sebagai perbandingan.

Dalam perhitungan ini terdapat dua garis yang menjadi pedoman perhitungan. Garis pertama merupakan gambaran harga penutupan terakhit terhadap kisaran harga tertinggi dalam periode tertentu. Garis kedua adalah garis sinyal yang berasal dari pergerakan sederhana harga saham.

Jika nilai garis pertama berada di angka 80 maka menandakan sinyal beli. Sementara jika di bawah 20 maka artinya sinyal jual. Namun, indikator ini sebaiknya melibatkan juga analisis fundamental saham agar semakin akurat.

5. Volume

Indikator untuk menentukan sinyal beli dan jual saham juga bisa terlihat dari volume perdagangan. Volume perdangan merupakan jumlah saham yang dijual di bursa transfer dalam waktu tertentu. Caranya adalah dengan memperhatikan volume perdagangan saat harganya sedang tinggi.

Jika banyak trader yang melakukan pembelian maka artinya tren saham tersebut baik. Ini menandakan bahwa harga saham terkini tepat untuk dibeli. Sementara jika volume perdangan turun maka pada momen ini perlu berhati-hati menentukan keputusan.

Penggunaan indikator volume akan semakin efektif jika digabungkan dengan metode lainnya. Misalnya menggunakan analisis volume perdagangan dan menambahkan analisis MA untuk mengkonfirmasi sinyal beli dan jual saham.

Nah, itulah indikator scalping saham paling akurat yang dapat mendatangkan keuntungan maksimal. Penggunaan indikator sebaiknya tidak berdiri sendiri, tapi gunakan beberapa metode agar mendapatkan analisis yang lebih mendalam tentang pergerakan nilai saham.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *